Rabu, 30 Mei 2012

Saat Kita Nanti Mati



Gambar di atas bukan gambar tumpukan rumput biasa.Gambar tersebut adalah gambar nisan dan makam seorang anak yang letaknya berdampingan dengan makam ibunda pacar saya͵ di TPU Pondok Rangon.

Pertama kali saya ke TPU ini jujur saya senang sekali karena makam-makam nampak dari jauh rapi tertata.Namun setelah saya memperhatikan dengan seksama͵ternyat banyak makam yang kondisinya seperti gambar di atas.Tidak terawat dengan banyak rumput liar yang tumbuh meninggi. Bahkan ada beberapa makam yang tanahnya tampak amblas dan rata dengan tanah͵ hingga sulit untuk mengenalinya sebagai makam.

Sebenarnya di TPU-TPU seperti Pondok Rangon ini kita bisa saja membayar atau mengupah orang atau penjaga makam untuk merawat makam. Seperti itu juga yang saya dan pacar saya lakukan untuk ibunda pacar saya.Dengan membayar 50 ribu per bulan͵ makam ibunda pacar saya telah dirawat dengan baik. Penjaga makam dengan rajin menyiram dan menata rumput di makam agar terlihat rapi.

Mengingat hal tersebut saya jadi berpikiran͵ bagaimana kalau saya mati dan dimakamkan nanti͵ apa makam saya akan dirawat dengan baik oleh keluarga saya͵ atau malah dibiarkan tidak terawat seperti makam pada foto di atas. Entahlah͵ yang jelas selagi saya hidup sebisa mungkin untuk selalu bisa berbuat baik dan membawa berkah bagi orang lain.

Minggu, 27 Mei 2012

I‘m Android user now

Since I bought this LG Optimus Hub yesterday͵I‘m officially an android user now.
Horay...
*just for fun post

Kamis, 17 Mei 2012

Bila rasaku ini bertebaran, kuharap engkau mau mengumpulkannya dan meletakkannya di tempat yang aman. 
Bukan di sakumu, yang mungkin akan kau buang sewaktu-waktu dan menganggapnya sampah.
Simpanlah di hatimu, dan pastikan hanya aku didalamnya...

Senin, 14 Mei 2012

Jika kita tidak bertindak dan mengambil keputusan, maka orang lain yang akan melakukannya. Dan pada akhirnya kitalah yang menjadi akibat dari tindakan dan keputusan orang lain tersebut.

Sabtu, 28 April 2012

Review Buku : DreamCatcher by Alanda Kariza


Buku tentang bagaimana mewujudkan mimpi atau memotivasi orang untuk berani bermimpi memang banyak sekali beredar di pasaran. Namun membaca buku DreamCatcher karya Alanda Kariza saya jamin akan memberikan nuansa yang berbeda dengan buku-buku lainnya.

Membaca setiap halaman dari buku ini serasa disadarkan bahwa hidup ini terlalu sia-sia jika dilewatkan tanpa kita berani bermimpi. Gaya bahasa Alanda yang ringan dan tak terkesan menggurui membuat saya betah tiap halamannya hingga tak terasa tak lebih dari 2 jama saya membaca, buku ini habis di tangan. Dan selama proses 2 jam membaca ini, saya merasa seperti ditampar-tampar dan dibuat malu oleh sosok Alanda Kariza, yang di usianya yang masih belia, dia telah banyak sekali menorehkan prestasi.Tak hanya prestasi untuk dirinya sendiri, tapi juga sesuatu yang ia lakukan untuk orang lain.

Selain kisah perjuangan dirinya sendiri, Alanda juga menyisipkan kisah beberapa anak muda yang di usianya yang belia namun telah berhasil mewujudkan mimpinya masing-masing. Dan seperti halnya dengan Alanda, para anak muda ini pun memiliki semangat berbagi dengan orang lain. Ambil contoh saja Goris Mustaqim, anak muda yang mendirikan ASGAR MUDA Foundation, sebuah organsiasi yang memberdayakan anak muda yang tinggal di Garut untuk membangun daerah kelahirannya tersebut. "Ya, berbagi justru membuat kita lebih kaya", tulis Alanda dalam buku ini.


Ilustrasi yang ada di buku ini membuat buku ini terasa lebih hidup. Perpaduan warna hitam dan kuning membuat buku ini terasa segar di mata dan membuat kita untuk terus membaca (atau sekedar melihat gambar-gambarnya yang lucu). Uniknya dari buku ini adalah karena dalam buku ini terdapat halaman-halaman yang sengaja disediakan agar kita menuliskan hal-hal apa saja yang berhubungan dengan setiap bab yang ada di buku ini. Jadi setiap kita selesai membaca satu bab, kita bisa langsung "berpraktek" untuk mengaplikasikan apa yang sudah kita baca, tentunya sesuai dengan kehidupan kita masing-masing. Hal ini membuat setiap buku DreamCatcher ini menjadi custom bagi tiap-tiap orang.
(Hal semacam ini pernah saya temui di buku Rene Suhardono yang berjudul UltimateU)

Untuk anda yang ingin ditampar-tampar seperti saya, yang mungkin di usia yang tak lagi semuda Alanda tapi belum melakukan dan memberi kontribusi apa-apa, atau bahkan tidak pernah berani bermimpi dalam hidup, wajib sekali untuk membaca Dream Catcher karya Alanda Kariza ini.

NB; Kebetulan saya dapat edisi buku yang dapat tanda tangan Alanda Kariza sendiri..hehe


DREAMCATCHER
Data Buku:
Judul DreamCatcher  
No. ISBN 9789797805371 
Penulis Alanda Kariza 
Penerbit GagasMedia 
Tanggal terbit April - 2012 
Jumlah Halaman 232 

Rabu, 18 April 2012

My Third Book: Time 2 Write Sesi 1

Pernah membayangkan bagaimana rasanya menulis sebuah cerita bersama-sama dengan orang lain.
Seru, tak terduga, dan penuh kejutan. Itulah gambaran perasaan yang saya rasakan ketika pertama kali saya belajar untuk menulis duet.

Buku Time 2 Write ini adalah kumpulan tulisan fiksi hasil dari proyek menulis duet yang digagas oleh @teguhpuja dan @violetkecil selama 20 hari berturut-turut. Tulisan duet saya sendiri ada di dalam buku sesi pertama Time 2 Write ini.

Trus apa uniknya buku ini?
Di buku ini, kita bisa menemukan beragam tulisan duet penulis-penulis baru (termasuk saya..hehe) dengan beragam genre, mulai dari romantic, fan-fiction, thriller, dll. Sungguh kaya dan beragam bukan.


Untuk teman-teman yang ingin membeli buku ini, segera klik link di bawah ini.
http://nulisbuku.com/books/view/time-2-write-20harinulisduet